Beranda / Pusat Edukasi / Apa Itu EPC dan RESCO dalam Proyek PLTS Ko…
PLTS Industri & Komersial

Apa Itu EPC dan RESCO dalam Proyek PLTS Komersial?

Saat perusahaan mulai serius menjajaki PLTS, dua istilah ini pasti muncul di meja: EPC dan RESCO. Keduanya sama-sama berujung pada panel di atap Anda — tapi siapa yang membayar, siapa yang memiliki, dan siapa yang menanggung risiko, sangat berbeda.

EPC: Anda investasi, Anda memiliki

EPC (Engineering, Procurement, Construction) adalah skema bangun-serahkan: kontraktor merancang, mengadakan komponen, dan membangun sistem — lalu menyerahkannya menjadi aset perusahaan Anda. Seluruh penghematan listrik menjadi milik Anda sejak hari pertama.

RESCO: pihak lain investasi, Anda bayar per kWh

Dalam skema RESCO (Renewable Energy Service Company), investor/penyedia yang mendanai dan memiliki sistem di atap Anda. Anda cukup membayar listrik yang diproduksi dengan tarif yang disepakati — biasanya di bawah tarif PLN — selama masa kontrak (umumnya 10–25 tahun). Di akhir kontrak, sistem lazimnya beralih menjadi milik Anda.

Cara memilih dengan jernih

Pertanyaannya bukan "mana yang lebih baik", tapi "mana yang sesuai struktur keuangan perusahaan": EPC memaksimalkan nilai bagi yang siap berinvestasi; RESCO membuka pintu bagi yang ingin mulai tanpa modal. Banyak perusahaan bahkan memulai dari RESCO di satu fasilitas, lalu beralih EPC setelah yakin dengan performa.

Poin negosiasi penting
  • Di skema RESCO: teliti klausul tarif eskalasi tahunan, jaminan produksi minimum, dan opsi buy-out di tengah kontrak.
  • Di skema EPC: pastikan garansi performa sistem (performance ratio) tercantum, bukan hanya garansi komponen.
  • Untuk keduanya: kejelasan tanggung jawab perawatan dan waktu respons gangguan.

Ingin tahu ukuran & biaya PLTS untuk rumah atau bisnis Anda?

Coba simulasi harga gratis di website kami — hasil personal dalam 30 detik — atau langsung konsultasi dengan tim teknis lewat WhatsApp.

Coba Simulasi Harga → Chat WhatsApp