Beranda / Pusat Edukasi / Berapa Kapasitas Baterai yang Dibutuhkan u…
Baterai

Berapa Kapasitas Baterai yang Dibutuhkan untuk Backup Listrik Rumah?

"Butuh baterai berapa besar?" adalah pertanyaan yang jawabannya sering dilebih-lebihkan penjual — atau diremehkan pembeli. Cara paling sehat: hitung dari beban nyata yang ingin Anda selamatkan saat padam. Ini langkahnya.

Langkah 1: Tentukan beban "wajib hidup"

Saat padam, apa yang benar-benar harus menyala? Contoh daftar realistis: kulkas (±100–150W rata-rata), lampu 6 titik LED (±60W), router + CCTV (±30W), kipas 2 unit (±100W), charger HP/laptop (±60W). Total contoh: ±400W rata-rata.

Langkah 2: Tentukan durasi backup

Pemadaman di area Anda biasanya berapa lama? Untuk mayoritas area urban, target 4–6 jam sudah menutup hampir semua kejadian. Area dengan pemadaman panjang bisa menargetkan 8–12 jam.

Langkah 3: Hitung energinya

Energi = daya × durasi. Contoh: 400W × 6 jam = 2.400 Wh (2,4 kWh).

Langkah 4: Konversi ke kapasitas baterai

Tambahkan faktor kedalaman pemakaian dan efisiensi. Dengan LiFePO4 (DoD 85%, efisiensi ±90%): 2.400 ÷ 0,85 ÷ 0,9 ≈ 3.100 Wh. Dalam satuan umum baterai 48V: 3.100 ÷ 48 ≈ 65Ah — dibulatkan ke unit pasaran terdekat, yakni baterai 48V 100Ah (±5 kWh), yang sekaligus memberi ruang lega.

Hal yang sering keliru

Aturan praktis cepat
  • Backup esensial rumah menengah: baterai 48V 100Ah (±5 kWh) adalah titik awal yang paling umum.
  • Mau AC 1 unit ikut hidup saat padam? Siapkan kelipatan kapasitas — hitung serius dengan teknisi.
  • Selalu sisakan cadangan ±20% dari hitungan — pemadaman tidak pernah memberi tahu durasinya di awal.

Ingin tahu ukuran & biaya PLTS untuk rumah atau bisnis Anda?

Coba simulasi harga gratis di website kami — hasil personal dalam 30 detik — atau langsung konsultasi dengan tim teknis lewat WhatsApp.

Coba Simulasi Harga → Chat WhatsApp